Grid.ID - Kematian diplomat kemlu Arya Daru Pangayunan (39) hingga kini masih menjadi misteri. Mantan Kabareskrim Ito Sumardi singgung soal kemungkinan sosok yang keluar dari kamar Arya Daru.
Kasus meninggalnya Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan di kamar kosnya, di Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (8/7/2025) masih menjadi diskusi panjang. Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Ito Sumardi pun ikut menyoroti beberapa hal yang digarisbawahi dalam kasus ini.
Salah satunya adalah soal kemungkinan adanya orang lain keluar dari kamar Arya Daru. Hal ini terkait dengan sistem kunci kamar kos Arya Daru yang menggunakan smart key.
Menurut mantan Kabareskrim, dengan sistem smart key, maka tidak tertutup kemungkinan ada orang lain yang keluar dari kamar Arya Daru. Karena pada saat keluar dari kamar, maka pintu akan terkunci otomatis dari dalam.
Diketahui sebelumnya bahwa saat Arya Daru ditemukan tak bernyawa, kamarnya terkunci dari dalam. Sehingga penjaga kos mencongkel jendela untuk membuka paksa kamar Arya Daru.
"Logikanya di dalam kamar itu pasti jendela dikunci dan tidak mudah dibuka. Ini smart key kalau keluar seperti di hotel begitu keluar pintu terkunci dari dalam kan. Bisa saja ada orang dari dalam keluar kemudian pintunya terkunci otomatis dari dalam," ungkap Ito, dikutip dari Tribun Jabar, Jumat (18/7/2025).
Tak hanya itu, Ito juga menyoroti soal lakban kuning yang melilit kepala Arya Daru. Menurutnya, dari hal ini dapat ditarik kesimpulan apakah Arya meninggal sebelum dililit lakban atau sesudah dililit lakban.
"Secara logika melakban kepala tentu dari otopsi, torak terutama, ditemukan meninggal setelah dilakban atau sebelum dilakban," katanya.
Jika Arya Daru melilit lakban sendiri, maka tentu hal itu dilakukan dalam kondisi sadar dan akan sangat menyiksa dirinya sendiri. Apalagi menurutnya, Arya Daru dalam suasana bahagia karena akan kembali ditugaskan ke luar negeri.
"Kalaupun dia melakban kepala sendiri, tentu orang itu harus dalam keadaan sadar," lanjutnya.
"Saya ini kan mantan duta besar Myanmar, yang bersangkutan itu pernah betugas di Myanmar sebagai staf kemudian menjadi Diplomat. Biasanya seorang Diplomat akan senang kalau ditempatkan di luar dari Indonesia," jelas Ito.
| Source | : | KompasTV,TribunJabar.id |
| Penulis | : | Ayu Wulansari K |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |