Grid.ID – Nama Nur Afifah Balqis kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Siapakah dia? Berikut profil Nur Afifah Balqis, perempuan yang tengah menuai sorotan publik.
Nur Afifah Balqis disebut-sebut sebagai koruptor termuda di Indonesia yang pernah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejak beberapa hari terakhir, nama Nur Afifah Balqis menjadi topik trending.
Berbagai informasi, mulai dari profil Nur Afifah Balqis hingga kasus korupsi yang menjeratnya, banyak dicari. Pakar Hukum Refly Harun bahkan secara khusus membahas profil Nur Afifah Balqis dalam kanal YouTube-nya. Ia mengunggah video berjudul 'LIVE! MASIH 24 TAHUN! PEREMPUAN POLITISI CANTIK INI JADI 'KORUPTOR' TERMUDA DALAM SEJARAH KPK!!'
Siapa Nur Afifah Balqis?
Dikutip dari Tribun Medan, Selasa (15/7/2025), Nur Afifah Balqis adalah seorang gadis yang berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia lahir pada tahun 1997.
Dalam dunia politik, Nur Afifah Balqis sempat menjabat sebagai Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan. Balqis sempat disebut dekat dengan Abdul Gafur Mas’ud. Abdul Gafur adalah Ketua DPC Demokrat Balikpapan sekaligus Bupati Penajam Paser Utara (PPU).
Ironisnya, di tengah kegemilangan kariernya, Balqis justru ditangkap KPK. Ia ditangkap bersama Abdul Gafur Mas'ud (AGM) di sebuah mal di Jakarta Selatan. Dilansir dari Tribunnews.com, Nur Afifah Balqis menjadi satu dari 10 orang yang tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Rabu (12/1/2022).
Kronologi Penangkapan dan Kasus Suap yang Menjeratnya
Nur Afifah Balqis terjerat kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas'ud (AGM). Selain Abdul Gafur dan Nur Afifah Balqis, KPK juga menangkap Plt Sekda PPU Mulyadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang PPU Edi Hasmoro (saat itu), serta Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga PPU, Jusman (saat itu). Selain itu, KPK juga menangkap satu pihak swasta sebagai pemberi suap, yaitu Achmad Zuhdi alias Yudi.
Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Informasi itu mengenai dugaan adanya penerimaan uang oleh penyelenggara negara. Uang itu terkait proyek dan izin usaha di Kabupaten PPU.
Melalui laporan tersebut, tim KPK bergerak ke sejumlah lokasi di Jakarta dan Kalimantan Timur. Sebelumnya, pada Selasa (11/1/2022), orang kepercayaan Abdul Gafur bernama Nis Puhadi diduga mengumpulkan sejumlah uang dari beberapa kontraktor atas perintah Abdul Gafur.
| Source | : | Kompas.com,Tribun Medan |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |