Grid.ID- Seorang perempuan di Buleleng dianiaya usai dituduh jadi penyebab perceraian. Kasus penganiayaan ini menyebabkan korban alami memar hingga luka gores di wajah.
Seorang wanita berinisial KYA (23), yang merupakan warga Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali mengalami penganiayaan. Insiden ini terjadi karena korban dianggap jadi pemicu perceraian antara DA dengan suaminya.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan bahwa laporan dugaan penganiayaan itu telah diterima dan sudah tercatat dengan nomor LP/B/129/VII/2025/SPKT/Polres Buleleng/Polda Bali. Sementara itu, insiden ini dilaporkan terjadi pada Jumat (11/7/2025) dini hari, sekitar pukul 04.00 Wita, di salah satu Jalan di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
"Benar kami telah menerima laporan korban terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor DA," ujar Yohana, dilansir dari Kompas.com.
Selanjutnya, menurut keterangan korban kepada penyidik, peristiwa ini berawal saat korban dalam perjalanan pulang ke rumah. Tanpa dia sadari, DA bersama beberapa temannya mengikuti dari belakang.
Saat tiba di lokasi, DA kemudian menghadang korban. Pelaku juga memaksa KYA untuk turun dari sepeda motornya.
"Terlapor lalu menyampaikan ucapan bernada dendam dan menyalahkan korban atas perceraian yang dialaminya dengan adik sepupu korban," ujarnya.
Setelah itu, pelaku langsung melayangkan serangan fisik. Korban ditarik, lalu dipukul pada bagian bahu serta punggung.
Selain itu, dada KYA juga ditendang. Lalu bagian wajah, pipi dan leher sebelah kanan dicakar oleh pelaku. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami memar di punggung serta luka gores di beberapa bagian wajah.
Karena merasa tak terima dengan penganiayaan itu, KYA kemudian membuat laporan ke Polres Buleleng. Pihak polisi pun menyatakan bahwa insiden itu sedang dalam proses penyelidikan.
"Korban mengalami luka fisik dan trauma atas kejadian tersebut. Laporan telah kami terima dan kini masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Yohana.
| Source | : | Tribunnews.com,Kompas |
| Penulis | : | Faza Anjainah Ghautsy |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |