Grid.ID- Seorang ibu di Tulungagung tewas usai tertabrak pengendara motor. Diketahui pelaku tengah lakukan konvoi dalam acara pengesahan anggota baru kelompok silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Pengesahan anggota baru PSHT di Tulungagung, Sabtu (28/6/2025) malam, diramaikan dengan aksi konvoi sepeda motor. Nahas, saat itu seorang wanita tertabrak seorang pengendara motor di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol sekitar pukul 21.00 WIB.
Korban diketahui bernama Nafiatul Khozimah (44), merupakan warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan. Adapun rombongan pesilat ini adalah massa penggembira yang akan menghadiri pengesahan anggota baru PSHT di Kecamatan Kauman.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdianto mengatakan kejadian ini berawal saat AEP (19) ikut dalam rombongan dari Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol. Remaja asal Kabupaten Nganjuk ini mengendarai Kawasaki KLX AG 4288 VBO, memboncengkan LP (19).
“Mereka dalam satu konvoi besar melaju dari arah Selatan ke Utara di Jalan Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol,” kata Nanang, dilansir dari Kompas.com.
Saat itu, AEP diketahui akan mendahului kendaraan di depannya. Namun, manuvernya terlalu kanan hingga masuk ke lajur berlawanan.
Setir sepeda motornya kemudian berbenturan dengan warga yang mengendarai sepeda motor Honda Beat AG 4757 RAK. Akibatnya, kedua kendaraan ini sama-sama terjatuh ke aspal jalanan.
“Pengemudi sepeda motor Honda Beat mengalami luka di bagian kaki. Sementara korban yang dibonceng mengalami luka berat di bagian kepala,” sambung Nanang.
Adapun, Nafiatul sempat dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia dalam perawatan, karena luka berat yang dialami. Sementara itu, AEP mengalami luka lecet di kaki dan tangan, sementara LP mengalami lecet serta bengkak di kaki kanan.
AEP kemudian berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Dia dibawa ke kantor Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tulungagung.
“Yang bersangkutan ternyata tidak mempunyai SIM C. Ia masih dimintai keterangan untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Nanang.
Baca Juga: Kronologi Ayah Bunuh Anak Tirinya yang Berusia 11 Tahun di Banyuwangi, Ini Alasan di Baliknya
| Source | : | Kompas,tribunsolo.com |
| Penulis | : | Faza Anjainah Ghautsy |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |