Grid.ID - Perjalanan hidup yang penuh gejolak membawa 3 bersaudara Alya, Adam, dan Azzam terjebak dalam konflik. Mereka menemui titik balik dalam hidupnya, membuka jalan bagi penyesalan, rekonsiliasi, dan terungkapnya luka lama dalam keluarga.
Film Titip Bunda di Surga-Mu bukan sekedar adaptasi, ini akan menjadi perwujudan rasa dari novel yang berjudul sama. Sang penulis, Zora Vidyanata turut beradegan dalam film tersebut.
Konferensi pers yang digelar di Kota Semarang pada Kamis, 12 Juni 2025 menjadi penanda dimulainya proses produksi film Titip Bunda di Surga-Mu, adaptasi dari novel populer karya Dono Indarto dan Zora Vidyanata.
Novel yang diterbitkan oleh Gramedia (Grasindo) ini mengangkat cerita keluarga yang sarat emosi, dengan tema tentang cinta orang tua, penyesalan mendalam, dan arti pengampunan.
Diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama, film ini dijadwalkan tayang pada akhir 2025 dan siap menggugah perasaan penonton lewat penyajian visual yang menyentuh.
Konferensi pers yang digelar malam sebelumnya menjadi momen perkenalan resmi film ini kepada publik. Diproduksi oleh tiga rumah produksi ternama — RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures — film ini menjanjikan kualitas cerita dan sinematik yang kuat.
Dono Indarto, yang juga bertindak sebagai produser dan penulis skenario, memimpin proyek ini bersama Dani Sapawie, sineas berpengalaman di industri perfilman Indonesia. Mereka berkolaborasi dengan Rajesh Kewalram Jagtiani dari Spectrum Film dan Liany Lian dari Festival Pictures.
“Titip Bunda di Surga-Mu bukan sekadar adaptasi novel, ini adalah perwujudan rasa, kami ingin setiap penonton pulang dari bioskop dengan hati yang hangat dan pikiran yang terbuka, khususnya mengenai arti pengorbanan orang tua” ungkap Dono.
Film ini disutradarai oleh Hanny R. Saputra, sosok yang dikenal lewat karya-karya drama emosionalnya. Ia menyampaikan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada kedekatan kisahnya dengan kehidupan keluarga di Indonesia.
“Ini cerita tentang kesalahan yang tak bisa diulang, cinta orang tua yang kadang baru kita sadari saat sudah terlambat. Saya ingin menyajikannya secara jujur dan menyentuh, bukan dengan melodrama berlebihan, melainkan dengan keheningan yang berbicara,” ujar Hanny.
Film ini juga diperkuat deretan pemeran papan atas, di antaranya Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Acha Septriasa, Kevin Julio, Abun Sungkar, Asri Welas, dan Zora Vidyanata sendiri yang tak hanya menulis novel aslinya, tetapi juga turut berakting.
Baca Juga: Sempat Diboikot, Film A Business Proposal Tempati Peringkat 1 Top 10 Movies Netflix Indonesia
| Penulis | : | Konten Grid |
| Editor | : | Winda Lola Pramuditta |