Grid.ID - Penculikan balita di Malang berhasil digagalkan polisi. Pelaku diduga lalukan modus dengan kirim pesan ke ibu balita untuk bertemu di kafe.

Aksi penculikan anak digagalkan oleh kolaborasi antara jajaran Polresta Malang Kota, Polres Malang dan Polres Batu. Polisi berhasil menangkap pelaku dalam kurun waktu kurang dari empat jam setelah pelaku lancarkan aksinya.

Balita korban penculikan berinisial ADM (4) ditemukan dengan kondisi selamat, setelah hampir 4 jam diculik. Diketahui penculikan tersebut terjadi pada Kamis (22/5/2025) siang.

Dilansir dari Kompas.com, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono menjelaskan kronologi penculikan tersebut bermula saat tersangka AEP (36), asal Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing mengajak bertemu ibu korban, ACA (35) untuk bertemu di sebuah kedai es krim di Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kota Malang.

Pelaku mengajak ibu korban bertemu, dengan dalih untuk membicarakan bisnis. Ibu korban yang sudah lama mengenal pelaku, tidak menaruh curiga dan datang ke tempat tersebut.

"Kejadian penculikan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Modus pelaku adalah mengirim pesan WhatsApp kepada ibu korban (ACA) dan mengajak bertemu di sebuah kafe di Kota Malang, dengan dalih membicarakan urusan bisnis," jelas Nanang.

Saat itu, ACA keluar dan meninggalkan rumahnya yang baerada di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Saat itulah, pelaku AEP langsung melancarkan aksinya dengan membawa pisau dan datang ke rumah korban.

"Di dalam rumah, hanya ada asisten rumah tangga berinisial SAT, kakak korban inisial SB (9) dan adiknya yaitu ADM (4). Dengan membawa pisau, pelaku menculik korban ADM lalu dibawa ke dalam mobil dan dibawa kabur," terangnya.

SAT kemudian langsung menelepon ibu korban dan memberitahu kalau ADM telah diculik. Karena saat itu posisi ibu korban di Kota Malang, dia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota.

Tak berselang lama, ibu korban mendapat pesan WhatsApp dari pelaku. Pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp 150 juta, dan jika tidak dibayarkan maka korban diancam akan dijual.

"Ibu korban sempat mentransfer Rp 20 juta ke pelaku melalui QRIS. Karena diancam kalau enggak ditebus maka anaknya akan dijual," tambahnya.

Baca Juga: Kronologi Penculikan Anak Perempuan di Jaktim, Pelaku Diduga Tetangga Baru, Sempat Diajak Belanja

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas,TribunJatim
Penulis : Faza Anjainah Ghautsy
Editor : Irene Cynthia

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#Lucinta Luna