Grid.ID - Bagi mereka yang terjebak dalam perselingkuhan dan mendapat ultimatum untuk memilih, keputusan antara mempertahankan pernikahan atau melanjutkan hubungan terlarang bukanlah hal mudah. Di satu sisi, ada komitmen pernikahan yang dibangun bertahun-tahun, di sisi lain ada gairah dan emosi yang menyala-nyala dari hubungan selingkuh. Tapi bagaimana sebenarnya cara menentukan pilihan yang terbaik?

Banyak pelaku selingkuh justru merasa menjadi korban ketika dihadapkan pada pilihan tegas antara pasangan sah dan pasangan dalam perselingkuhan. Padahal, mereka sendirilah yang menciptakan kekacauan ini.

Memilih bukan hanya soal memadamkan konflik atau membuat salah satu pihak merasa lebih baik. Ini tentang melihat masa depan dengan jernih dan kejujuran brutal terhadap diri sendiri.

Itulah mengapa para pelaku selingkuh disarankan mengambil waktu jeda, menjauh sementara dari pasangan sah maupun selingkuhan. Tinggal sementara bersama teman atau keluarga, berbicara dengan terapis atau tokoh netral.

Sebaiknya batasi curhat pada sahabat yang cenderung berpihak. Tujuannya adalah menciptakan ruang untuk refleksi dan pengambilan keputusan tanpa tekanan emosi sesaat.

Lalu, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi pernikahan. Anda perlu mempertimbangkan hubungan Anda dan pasangan secara mendalam, seperti yang dikutip dari Psychology Today pada Rabu (23/4/2025).

Apakah Anda masih menikmati kebersamaan dengan pasangan sah? Apakah kalian memiliki minat yang sama, dapat menyelesaikan konflik tanpa meledak, saling menghormati, dan mendukung impian masing-masing?

Apakah masih ada ketertarikan fisik, dan apakah masih ada komitmen di kedua pihak? Jika jawabannya “ya” untuk sebagian besar pertanyaan itu, bisa jadi pernikahan Anda masih punya pondasi yang cukup kuat untuk dibangun kembali, meski retak akibat perselingkuhan.

Namun jika pernikahan terasa hambar, penuh konflik, atau Anda menyadari bahwa alasan berselingkuh adalah karena ingin keluar dari hubungan resmi, penting untuk jujur terhadap motivasi itu. Apakah Anda berselingkuh karena dorongan sesaat? Atau karena merasa tidak lagi terhubung dengan pasangan sah secara emosional?

Setelah mengevaluasi pernikahan, saatnya melihat hubungan selingkuh. Apakah hubungan ini hanya seru karena bersifat diam-diam, atau benar-benar ada potensi jangka panjang?

Bisakah Anda membayangkan menjalani hidup sehari-hari dengan pasangan selingkuh Anda—bukan hanya di ranjang, tapi juga dalam rutinitas seperti mengurus anak, bayar tagihan, atau bersih-bersih rumah? Apakah dia juga menginginkan hubungan serius, atau hanya mencari pelarian dari hubungan pribadinya?

Baca Juga: Sosok Pria yang Dituduh Selingkuhan Paula Verhoeven Ternyata Sudah Lama Tinggal Seatap, Atas Izin Baim Wong

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Source : psychology today
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#anak

#paskah

#meninggal dunia

#pegawai

#Indonesia

#maia estianty

#Lucinta Luna