Grid.ID - Lebaran, atau Hari Raya Idul Fitri, merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, Lebaran menjadi hari kemenangan yang dirayakan dengan penuh suka cita.
Momen ini tidak hanya sebagai waktu untuk bersyukur dan merayakan keberhasilan menahan hawa nafsu, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi melalui tradisi Halal Bihalal.
Halal Bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri sebagai ajang silaturahmi dan saling bermaafan. Tradisi Halal Bihalal biasanya dilakukan dalam berbagai lingkup, mulai dari keluarga, lingkungan kerja, hingga komunitas yang lebih luas.
Momen ini menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk menyambung tali persaudaraan, menghilangkan kesalahpahaman, dan mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang selama setahun terakhir.
Lantas, apa makna dari tradisi Halal Bihalal? Serta bagaimana asal-usul tradisi Halal Bihalal di Indonesia ini?
Makna Halal Bihalal
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Halal Bihalal berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang.
Meskipun terdengar seperti bahasa Arab, namun Halal Bihalal tidak memiliki makna harfiah. Dilansir laman Kemenko PMK, istilah 'halal' berasal dari kata 'halla' dalam bahasa Arab, yang mengandung tiga makna.
Yaitu halal al-habi (benang kusut terurai kembali); halla al-maa (air keruh diendapkan); serta halla as-syai (halal sesuatu). Jika ditarik kesimpulan, makna Halal Bihalal adalah kekusutan, kekeruhan atau kesalahan yang selama ini dilakukan dapat dihalalkan kembali.
Artinya, semua kesalahan melebur, hilang, dan kembali sedia kala. Maka Halal Bihalal adalah suatu kegiatan saling bermaafan atas kesalahan dan kekhilafan sesudah lebaran melalui silaturahmi.
Sehingga, dapat mengubah hubungan sesama manusia dari benci menjadi senang, dari sombong menjadi rendah hati dan dari berdosa menjadi bebas dari dosa.
| Source | : | Tribunnews.com,Grid.ID |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |