Grid.ID- Kembalinya Song Hye-kyo dalam film Dark Nuns menjadi topik hangat di berbagai negara Asia.
Namun, di Korea Selatan, film Dark Nuns justru mendapat kritik tajam karena unsur-unsurnya yang dianggap sensitif, hingga memicu komentar pedas terhadap Song Hye Kyo.
Meskipun demikian, Dark Nuns berhasil mencapai titik impas dan terus meraup keuntungan di box office beberapa negara Asia.
Dengan kesuksesan ini, apakah kritik terhadap Song Hye-kyo benar-benar beralasan?
Film Dinilai Menodai Agama dan Merendahkan Perempuan
Sejak penayangan perdananya di Korea Selatan, Dark Nuns langsung mendapat kritik keras meskipun hanya ditonton oleh segelintir penonton.
Mengutip KBIZoom, banyak pihak menuduh film ini menghina agama Katolik, khususnya dalam penggambaran biarawati, serta dianggap mengandung unsur misogini.
Karakter utama, Sister Junia (diperankan oleh Song Hye-kyo), dianggap menyimpang dari citra biarawati konvensional.
Ia mencoba melakukan eksorsisme—sebuah praktik yang dilarang bagi biarawati—serta memiliki kebiasaan merokok, menderita kanker serviks, dan bersikap lantang, bahkan menggunakan bahasa kasar saat menghadapi setan maupun pendeta.
Tak hanya itu, ia juga meminta bantuan dukun dan membaca kartu Tarot untuk menyelamatkan seorang anak, yang dianggap tidak sesuai dengan citra seorang biarawati.
Selain tuduhan penghinaan agama, karakter Junia juga dikritik karena dinilai mempromosikan misogini.
Ia tidak diperbolehkan melakukan eksorsisme dan terpaksa meminta bantuan berbagai pihak, termasuk Sister Michela (Jeon Yeo-bin), untuk melaksanakan ritual penyelamatan.
| Source | : | kbizoom.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |