Laporan Wartawan Grid.ID, Devi Agustiana

Grid.ID Hyper parenting didefinisikan sebagai perhatian yang berlebihan pada anak.

Bagi sebagian orang, ini mungkin tampak seperti cara untuk mencapai tujuan baik, sementara bagi yang lain hal itu membuat seluruh sistem pendidikan untuk anak dipertanyakan.

Dilansir Grid.ID dari Step to Health, ada batasan halus di mana dapat membimbing anak-anak untuk mencapai pertumbuhan pribadi, tanpa jatuh ke dalam perangkap emosional.

Ini karena mengasuh tidak sama dengan mengontrol, dan pendidikan tidak berarti membekap anak.

Contoh hyper parenting adalah orang tua terlibat dalam setiap aspek kehidupan anak-anak, misalnya olahraga, sekolah, hobi, makanan, dan teman.

Orangtua hyper parenting mengira mereka adalah orangtua terbaik di dunia.

Tetapi keseimbangan emosional dan pribadi aktual anak jadi menjauh dari cerminan kebahagiaan.

Baca Juga: 5 Cara Ini Bisa Meningkatkan Kekuatan Otak Bayi, Belajar Tengkurap Sampai Ajak Bicara, Orang Tua Milenial Harus Tahu!

Inilah tiga dampak menerapkan pola asuh hyper parenting:

1. Kekecewaan

Seiring berjalannya waktu, orang tua hyper parenting akan menemukan bahwa anak-anak mereka tidak selalu sesuai dengan keinginan, sehingga memicu perasaan kecewa.

Halaman Selanjutnya

Source : Step to Health
Penulis : Devi Agustiana
Editor : Nindya Galuh Aprillia

Tag Popular

#berita artis hari ini

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#tahun baru china

#bintang

#meninggal dunia

#Bandung

#Indonesia

#Aurel Hermansyah