Grid.ID -Mumi merupakan salah satu ritual kematian yang biasa dilakukan oleh orang Mesir Kuno.

Tak jarang, para arkeolog dan ilmuwan sengaja mencari kuburan peninggalan Mesir Kuno untuk meneliti mumi ini.

Namun penemuan kali ini sukses membuat para ilmuwan kaget lantaran mumi yang ditemukan bukanlah jasad manusia.

Baca Juga : Cukup Makan Bawang Putih Mentah 2 Kali Seminggu, Ini Manfaat yang Bisa Kamu Dapatkan!

Para ilmuwan dan staf dari Museum Nasional Antiquities Belanda kagum dengan apa yang mereka temukan setelah memeriksa mumi dari Mesir kuno temuan terbaru mereka.

Saat diperiksa dengan CT Scan, rupanya itu adalah mumi buaya sepanjang 3 meter.

Ternyata kebudayaan Mesir kuno diketahui bukan hanya memumikan manusia, tapi juga hewan peliharaan favorit mereka, seperti kucing, anjing, luwak, monyet, kijang, dan burung.

Catatan kuno dewa mesir kuno berkepala buaya
GT
Catatan kuno dewa mesir kuno berkepala buaya

Baca Juga : 5 Tahun Hilang Secara Misterius, Keberadaan Pesawat Malaysia Airlines MH370 Terekam Google Maps

Pernah juga sebelumnya pada tahun 1996, hasil CT Scan menunjukkan dua buaya terikat bersama.

Hasil CT scan 3D terbaru mengungkapkan bahwa selain dua buaya yang sebelumnya terlihat di dalam pembungkus, mumi juga memuat 47 bayi buaya yang dibungkus secara individual.

Penemuan bayi buaya itu memberi wawasan baru untuk para peneliti tentang metode mumifikasi buaya.

Mumi diperiksa dengan mesin CT Scan
GT
Mumi diperiksa dengan mesin CT Scan

Hasil pemindaian juga menunjukkan jimat-jimat yang tertata di dalam pembungkus kain.

Baca Juga : Punya Spesifikasi Terbaik Berteknologi Tinggi, 3 Merek Ponsel asal Jepang ini Justru Diobral Murah di Indonesia

Ini membantu para peneliti mendapatkan pemahaman dan persepsi yang lebih baik tentang fitur fisik mereka, usia, dan seluruh proses pembalseman.

Pengunjung yang berkunjung ke museum dapat menyaksikan otopsi virtual pada mumi buaya.

"Kami tidak benar-benar mengharapkan penemuan baru."

"Setelah semua, mumi sudah dipindai. Ini adalah kejutan besar bahwa banyak bayi buaya dapat dideteksi dengan pemindaian 3D berteknologi tinggi dan visualisasi interaktif ini," laporan siaran pers dari kurator museum.

Hasil scan pada mumi buaya
GT
Hasil scan pada mumi buaya

Baca Juga : Tak Terduga, Begini Reaksi Pengendara Motor ini Saat Temukan Uang Rp3,8 M Tercecer di Jalanan

Para ahli Mesir yang bekerja di museum menyatakan alasan buaya dimumikan bersama adalah untuk menghormati dewa Sungai Nil, Sobek.

Rupanya, jika tidak ada buaya cukup besar, mereka akan membalsem dua bersama.

Candi Kom Ombo adalah pusat terbesar untuk memuja Sobek selama era Ptolemeus dan Romawi.

Menurut Tur Mesir, orang Mesir kuno akan menyimpan buaya di kolam dan kuil.

Halaman Selanjutnya

Source : Intisari Online
Penulis : None
Editor : Ulfa Lutfia Hidayati

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#anak

#paskah

#meninggal dunia

#pegawai

#Indonesia

#maia estianty

#Lucinta Luna