Grid.id - Bagi kita yang menjalani gaya hidup urban yang dinamis, olahraga bukan lagi sekadar hobi, melainkan kebutuhan. Namun, pernahkah kamu merasa tubuh tetap terasa berat, otot kaku, atau kelelahan luar biasa padahal jadwal latihan berikutnya sudah menanti?

Di balik semangat yang tinggi, terkadang tubuh memberi sinyal bahwa ia belum sepenuhnya pulih. Banyak yang mengira rasa lelah berkepanjangan disebabkan oleh kurangnya intensitas latihan.

Padahal, realitanya justru sebaliknya, proses recovery atau pemulihanlah yang belum optimal. Tanpa strategi pemulihan yang tepat, stres fisik yang menumpuk bukan hanya menghambat target kebugaran, tetapi juga meningkatkan risiko cedera.

Dalam dunia kedokteran olahraga, pemulihan adalah proses biologis kompleks yang melibatkan otot, sirkulasi darah, hingga keseimbangan hormon. dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.K.O., dokter spesialis kedokteran olahraga di Seraphim Medical Center, menjelaskan bahwa pemulihan adalah fase krusial yang tidak boleh dilewatkan.

“Tanpa fase recovery yang tepat, adaptasi otot dan peningkatan performa yang kita harapkan dari latihan justru bisa terhambat. Pemulihan yang direncanakan dan dipantau medis membantu tubuh kembali siap untuk sesi berikutnya,” jelas dr. Nahum.

Salah satu metode yang kian digemari adalah infrared sauna. Berbeda dengan sauna konvensional, teknologi ini menggunakan gelombang inframerah yang mampu menembus jaringan kulit lebih dalam.

Hasilnya? Aliran darah dan oksigen ke otot menjadi lebih lancar, membantu merelaksasi ketegangan setelah sesi cardio atau angkat beban yang intens.

“Infrared sauna bekerja dengan meningkatkan suhu jaringan lebih dalam, sehingga membantu relaksasi dan pemulihan otot usai aktivitas fisik intens,” ungkap dr. Nahum.

Cryotherapy: Kesegaran Dingin untuk Kendalikan Peradangan

Baca Juga: Perempuan Kurang Olahraga, Ini Dampak Serius pada Kesehatan Fisik

Jika infrared mengandalkan panas, cryotherapy justru memanfaatkan suhu dingin ekstrem dalam durasi singkat. Bagi perempuan dengan intensitas olahraga tinggi, terapi ini sangat efektif untuk meredakan nyeri sendi dan mengontrol peradangan (inflammation) ringan yang sering muncul pasca-latihan.

“Paparan dingin membantu mengontrol inflamasi dan memberikan efek analgesik alami. Dalam konteks olahraga, cryotherapy sering digunakan untuk mempercepat pemulihan sehingga tubuh bisa kembali berfungsi optimal dalam waktu lebih singkat,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Penulis : Citra Narada Putri
Editor : Citra Narada Putri

KOMENTAR

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#viral