Grid.id - Momen pasca-Lebaran sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Setelah sebulan penuh merayakan kemenangan dengan berbagai jamuan lezat dan momen berbagi bersama keluarga, tak jarang kita baru menyadari bahwa saldo tabungan mulai menipis dan tubuh terasa lebih cepat lelah.
Inilah saatnya bagi kita untuk mengambil jeda sejenak dan melakukan 'reset' gaya hidup agar semangat baru di hari yang fitri tetap berjalan selaras dengan kondisi kantong dan kesehatan yang terjaga.
Menata kembali prioritas bukan berarti membatasi kebahagiaan, melainkan cara kita mencintai diri sendiri dan keluarga dengan lebih bijak. Tanpa rencana pemulihan yang tepat, pengeluaran yang berlebih selama liburan bisa menjadi beban finansial jangka panjang yang memicu stres.
Dengan melakukan evaluasi pada arus kas dan kembali ke pola makan bergizi, kita tidak hanya menyelamatkan keuangan dari risiko 'boncos', tapi juga memastikan tubuh tetap bugar untuk kembali produktif.
Semangat menata ulang prioritas hidup ini selaras dengan ajakan PT Asuransi Jiwa Sequis Life dalam acara Halalbihalal bertajuk “Better Tomorrow Starts Today Feel Good, Stay Healthy, Be Protected” di Jakarta.
Acara ini menghadirkan diskusi mendalam bersama Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life Agustina Samara, Faculty Head Sequis Quality Empowerment Yan Ardhianto Handoyo, AWP®, RFP®, serta Spesialis Gizi Klinik RSPI dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp. G.K., dan turut dihadiri oleh Brand Ambassador Donna Agnesia.
Agustina Samara, atau yang akrab disapa Tina, menekankan bahwa rasa tenang muncul ketika kita mampu mengendalikan aspek krusial dalam hidup.
“Feel Good bukan sekadar suasana hati, tetapi rasa tenang karena kondisi keuangan terkendali dan kesehatan terjaga. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap keluarga sebagai #YangPalingBerarti dalam hidup,“ sebut Tina.
Baca Juga: Mengelola Keuangan Lewat Piramida Finansial, Apa Saja Tahapannya?
Menurutnya, kesehatan dan finansial adalah dua pilar yang harus berjalan beriringan. Pola hidup sehat perlu dilengkapi dengan proteksi, karena proteksi tanpa disiplin finansial pun tidak akan memberikan hasil yang maksimal.
Dari sisi perencanaan keuangan, Yan Ardhianto Handoyo mengingatkan bahwa pasca-Lebaran adalah masa yang rawan karena akumulasi pengeluaran dari biaya mudik hingga tradisi bagi-bagi amplop. Ia menyarankan alokasi ideal yakni 50–60% untuk kebutuhan rutin dan 10–20% untuk tabungan serta dana darurat.
| Penulis | : | Citra Narada Putri |
| Editor | : | Citra Narada Putri |
KOMENTAR