Grid.ID - Pernahkah kamu ingin membuka HP, tapi tiba-tiba lupa ingin mengakses aplikasi apa? Atau mungkin kamu sering kehilangan fokus saat membaca long-form artikel, padahal baru masuk paragraf kedua?
Di tengah gempuran deadline, rapat maraton, hingga notifikasi yang tidak ada habisnya, banyak individu usia 30–40 tahun yang mulai merasa fungsi berpikirnya melambat atau sering disebut "lemot".
Seringkali kita hanya menganggap ini "capek kerja" biasa. Padahal, gejala-gejala kecil ini bisa jadi alarm awal penurunan fungsi kognitif yang berisiko memicu demensia di masa depan.
WHO sendiri mencatat ada sekitar 55-57 juta orang di dunia yang hidup dengan demensia. Kabar baiknya, menjaga kesehatan otak sekarang bisa dilakukan lewat pendekatan teknologi yang lebih seamless dan modern.
Kesehatan Otak untuk Investasi Baru di Masa Depan
Bagi generasi yang melek kesehatan, kesehatan otak kini jadi prioritas. Salah satu inovasi medis yang mulai dilirik adalah Transcranial Pulse Stimulation (TPS).
Jangan khawatir, ini bukan prosedur bedah yang menyeramkan. TPS adalah metode non-invasif yang menggunakan gelombang mekanik energi rendah untuk menstimulasi area otak tertentu.
Teknologi ini bekerja cerdas dengan cara:
- Mendorong proses neuroplastisitas (kemampuan otak beradaptasi).
Baca Juga: Sering Lupa dan Sulit Fokus? Ternyata Menjaga Kesehatan Otak Perlu Dimulai Sejak Usia 30-an
- Melancarkan aliran darah ke jaringan otak.
- Mendukung sel saraf yang mengatur memori dan fokus.
| Penulis | : | Citra Narada Putri |
| Editor | : | Citra Narada Putri |
KOMENTAR