Grid.id - Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) tahun 2022, kanker payudara dan serviks masih menjadi tantangan kesehatan terbesar bagi perempuan di Indonesia.
Sering kali, tantangan utama yang dihadapi bukanlah ketersediaan pengobatan, melainkan deteksi yang terlambat.
Kurangnya akses informasi dan rasa enggan untuk melakukan pemeriksaan rutin membuat banyak kasus baru ditemukan saat sudah memasuki stadium lanjut.
Memahami adanya hambatan akses tersebut, Sentra Medika Hospital Cibinong melalui Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) menginisiasi sebuah gerakan empati bertajuk “Stronger Together Journey”.
SWICC bersama Sentra Medika Hospital Cibinong menghadirkan solusi nyata berupa 500 layanan skrining kanker gratis bagi masyarakat.
Program ini didedikasikan khusus bagi individu yang memiliki faktor risiko atau riwayat keluarga, agar mereka bisa mendapatkan diagnosa sejak dini dalam suasana yang mendukung.
Para pakar menekankan bahwa deteksi dini adalah kunci utama meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker.
Melawan kanker adalah sebuah perjuangan yang membutuhkan dukungan sistem yang kuat.
SWICC hadir dengan konsep One Stop Cancer Care, sebuah pendekatan yang memastikan pasien mendapatkan pendampingan menyeluruh di satu lokasi—mulai dari tahap edukasi, skrining, hingga tindakan medis lanjutan seperti bedah onkologi, kemoterapi, dan radioterapi.
Baca Juga: 37 Perempuan di Sumenep Dicurigai Kanker Payudara, Ingat Pentingnya Deteksi Dini
Namun, di balik kecanggihan teknologi tersebut, pesan utamanya tetaplah kemanusiaan: bahwa tidak ada perempuan yang harus berjuang sendirian.
| Penulis | : | Citra Narada Putri |
| Editor | : | Citra Narada Putri |
KOMENTAR