Grid.ID- Paskah identik dengan telur cokelat yang dihias warna-warni dan kerap dibagikan dalam berbagai perayaan. Tradisi ini juga sering hadir dalam lomba menghias telur maupun kegiatan berburu telur yang digemari anak-anak.
Di banyak gereja dan sekolah, kegiatan bertema Paskah tersebut menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suasana perayaan. Namun, tidak sedikit yang masih bertanya mengapa Paskah begitu lekat dengan simbol telur, terutama telur cokelat.
Ternyata, kebiasaan ini memiliki akar sejarah yang panjang dari budaya kuno hingga tradisi gereja. Dari simbol kehidupan baru hingga perkembangan industri cokelat, semua berperan membentuk wajah Paskah yang dikenal saat ini.
Kenapa Paskah Identik dengan Telur?
Dalam perayaan Paskah, telur sudah lama dipandang sebagai simbol kehidupan baru. Menurut penjelasan yang dikutip dari Kompas.com, banyak budaya kuno menganggap telur sebagai lambang awal kehidupan.
Orang Hindu, Mesir, Persia, dan Fenisia percaya bahwa dunia dimulai dari sebuah telur yang sangat besar. Karena itu, telur dipahami sebagai simbol kelahiran, awal baru, dan kehidupan yang terus berlanjut.
Tradisi serupa juga terlihat pada masyarakat Persia, Yunani, dan Cina. Mereka memberikan telur saat festival musim semi sebagai tanda perayaan atas kehidupan baru yang tumbuh di sekitar mereka. Makna inilah yang kemudian selaras dengan semangat Paskah, yang identik dengan kebangkitan dan pembaruan.
Alasan lain Paskah identik dengan telur adalah berkaitan dengan tradisi keagamaan menjelang hari raya. Dalam beberapa tradisi, telur dilarang dikonsumsi selama masa Prapaskah. Versi lain yang dikutip dari BBC juga menyebut bahwa pemimpin gereja melarang telur dimakan selama minggu menjelang Paskah, yang dikenal sebagai Pekan Suci.
Karena tidak dimakan selama masa tersebut, telur kemudian menjadi hidangan istimewa saat Paskah tiba. Dari sinilah telur perlahan berubah bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol perayaan. Telur yang tersisa kemudian dihias dan diberikan sebagai hadiah, terutama kepada anak-anak.
Asal-usul Tradisi Menghias dan Berburu Telur Paskah
Tradisi menghias telur dalam perayaan Paskah ternyata sudah berlangsung sangat lama. Pada 1290, Edward I dari Inggris mencatat pembelian 450 butir telur untuk diwarnai atau ditutupi dengan daun emas. Setelah dihias, telur-telur tersebut diberikan kepada anggota keluarga kerajaan.
Baca Juga: Apa Itu Paskah? Ini Makna dan Sejarahnya yang Perlu Diketahui