Find Us On Social Media :

Kronologi Kebakaran SPBE Cimuning Versi Warga, Terdengar Ledakan 7 Kali

By Mia Della Vita, Kamis, 2 April 2026 | 15:09 WIB

Kronologi Kebakaran SPBE Cimuning, Ledakan Berulang hingga Api Masuk ke Rumah Warga

Grid.ID- Kronologi kebakaran SPBE Cimuning menjadi perhatian publik setelah insiden hebat mengguncang permukiman warga di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam. Kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) itu disertai ledakan keras yang memicu kepanikan massal.

Warga menyebut api dengan cepat merembet ke rumah-rumah setelah kebocoran gas menyebar ke jalan. Sedikitnya 10 orang dilaporkan mengalami luka bakar serius akibat peristiwa tersebut.

Proses pemadaman pun berlangsung sulit karena kebakaran melibatkan gas dan area terdampak cukup luas. Berikut kronologi kebakaran SPBE Cimuning berdasarkan kesaksian warga yang kami kutip dari Tribun Style dan Kompas.com, Kamis (2/4/2026).

Kronologi Kebakaran SPBE Cimuning

Dalam kronologi kebakaran SPBE Cimuning, warga lebih dulu mencium adanya kebocoran gas sebelum ledakan terjadi. Salah satu warga, Bayu, mengatakan gas dari SPBE sempat menyebar hingga ke depan rumahnya.

Saat itu, Bayu hendak menutup pagar rumah. Namun, tidak lama kemudian, ledakan besar terjadi dan api langsung menyambar ke berbagai area karena gas sudah menyebar luas.

Menurut keterangan warga, bau gas sangat menyengat sebelum insiden. Dugaan sementara dari versi warga menyebutkan ledakan berasal dari kebocoran saat pengisian gas, disertai kelalaian dalam penanganannya.

Bagian paling mencekam dalam kronologi kebakaran SPBE Cimuning diungkap oleh Wahyu (36), warga yang tinggal di sekitar lokasi. Ia mengaku mendengar ledakan berulang kali sebelum api merembet ke permukiman hingga masuk ke dalam rumahnya.

Wahyu menyebut ledakan yang terdengar lebih dari tujuh kali. Menurutnya, gas yang bocor sudah menyebar ke jalan, sehingga ketika ledakan terjadi, api langsung menjalar sampai ke dalam rumah.

Ahmad (49), warga lainnya, juga menyatakan ledakan terdengar sekitar pukul 20.49 WIB dengan suara keras seperti bom. Setelah itu, api menjalar ke permukiman dengan jangkauan hingga ratusan meter. Kobaran api dari SPBE pun membesar dan merembet ke permukiman warga di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Wahyu yang tinggal bersama dua anggota keluarganya langsung berusaha menyelamatkan diri saat api mendekat. Ia menggambarkan suasana penuh kepanikan karena ledakan dan kobaran api terjadi dalam waktu singkat.

Ia mengaku dirinya dan keluarga kocar-kacir, sementara warga lain berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Kerusakan di rumahnya juga sangat parah karena plafon dan atap hancur lalu terlempar hingga ke jalan.