Grid.ID - Seorang dokter muda di Cianjur berinisial AMW (26) meninggal dunia diduga karena campak. Dugaan itu muncul usai AMW mengeluh sakit setelah menjalani tugas jaga di rumah sakit (RS).
Sebelum berpulang, AMW sempat menjalani perawatan dan masuk ruang ICU akibat kondisi yang terus memburuk. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Lantas bagaimana kronologi dokter muda di Cianjur meninggal diduga karena campak? Simak penjelasannya.
Kronologi Dokter Muda di Cianjur Meninggal Diduga Karena Campak
Dokter berinisial AMW (26) diketahui meninggal dunia pada Kamis (26/3/2026) saat menjalani tugas sebagai dokter internship di RSUD Cimacan, Cianjur.
Melansir TribunTangerang.com, almarhum yang diketahui tengah menjalani program internship di RSUD Pagelaran itu dan dikenal sebagai sosok yang aktif serta berdedikasi tinggi selama bertugas. Ia nahkan sempat menjalankan tugas jaga di rumah sakit pada Sabtu (21/03/2026).
Namun, keesokan harinya, ia izin istirahat karena sakit. Sayangnya AMW tak merinci gejala sakit yang ia rasakan. Kendati begitu, tersiar kabar bahwa AMW sempat menjalani perawatan di rumah hingga akhirnya masuk IGD dan ICU RSUD Cimacan. Ia juga diduga merupakan suspek campak.
"Jadi pada Sabtu (21/3/2026), itu almarhum masih tugas jaga di rumah sakit, dan keesokan harinya izin istirahat karena sakit yang kemudian disetujui pendampingnya selama sepekan,” kata Direktur RSUD Pagelaran Irvan Nur Fauzy.
"Sepengetahuan saya, almarhum sempat menjalani perawatan di rumah, sampai kami dapat kabar masuk IGD dan ICU RSUD Cimacan, dan pada Kamis menerima informasi meninggal dunia,” kata dia.
"Kami belum dapat memastikan, karena berdasarkan informasi, pihak Kemenkes akan menggelar konferensi pers terkait hasil penyelidikan epidemiologinya,” ucap dia.