Grid.ID - Polisi nyamar jadi pengamen demi tangkap buronan di dalam bus. Pelaku hanya bisa pasrah saat digiring.
Viral di media sosial sejumlah polisi menyamar jadi pengamen. Bukan tanpa alasan, polisi tersebut menyamar jadi pengamen untuk menangkap buronan yang sudah 6 bulan kabur.
Berikut kronologi polisi nyamar jadi pengamen demi tangkap buronan di dalam bus. Pelaku hanya bisa pasrah saat digiring.
Jagat media sosial belakangan ini diramaikan oleh beredarnya video momen penangkapan seorang buronan (DPO) kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia. Bukan karena aksi baku tembak yang dramatis, peristiwa ini menjadi viral lantaran taktik penyamaran yang dilakukan aparat berjalan sangat rapi dan tanpa celah.
Komandan tim, Aiptu David Rico Dermawan, bahkan menyamar sebagai pengamen untuk menangkap buronan tersebut di dalam sebuah bus. Buronan berinisial Een (18) diketahui kabur ke Pulau Jawa selama enam bulan setelah terlibat tindak kekerasan terhadap seorang anak hingga berujung kematian.
Setelah merasa keadaan mulai aman, ia memutuskan pulang ke Padang. Namun, tanpa disadari, pergerakannya telah dipantau oleh Tim Klewang.
Ketika bus yang ditumpanginya melintas di kawasan Indarung, sejumlah orang yang menyamar sebagai pengamen naik ke dalam bus.
Tanpa menaruh kecurigaan, Een tetap duduk santai di kursinya. Alih-alih disuguhi lagu, ia justru dikejutkan oleh kemunculan Tim Klewang yang langsung mengamankannya di dalam bus tersebut.
"Oke bapak-bapak ibu-ibu selamat malam. Kami dari Tim Klewang Polresta Padang mengucapkan selamat datang di Kota Padang tercinta," sambut David.
"Terutama untuk adinda kita Een atas keberhasilannya telah melarikan diri kasus penganiayaan secara bersama-sama dan menghilangkan nyawa orang lain," ucap David Wewe dengan tersenyum lebar, dikutip dari akun Instagram @rumpi_gosip.
Pengamen yang naik ke bus tersebut ternyata adalah Aiptu David Rico Dermawan, yang akrab disapa David Wewe, selaku Ketua Tim Klewang Polresta Padang.
Baca Juga: Kronologi Vicky Prasetyo Ditagih Utang Rp 700 Juta, Sempat Janjikan Suami Korban Jadi Wagub