Grid.ID - Bulan suci Ramadan 2026 kini sudah di depan mata. Seiring dengan semakin dekatnya bulan suci tersebut, pertanyaaan 'Ramadan 2026 kurang berapa hari lagi' mulai banyak dicari.
Hal itu karena umat Islam Indonesia perlu mempersiapkan diri mulai dari aspek spiritual, agenda keluarga hingga rencana libur lebaran. Adapun pada tahun 2026 ini, Ramadan tepat pada 1447 hijriah.
Lantas Ramadan 2026 kurang berapa hari lagi? Berikut adalah waktu awal puasa versi Muhammadiyah dan pemerintah.
Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.
Pakar ilmu falak dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (MTT PP) Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, menjelaskan bahwa Muhammadiyah sejatinya telah mengeluarkan penjelasan resmi pada 27 Muharram 1447 H atau 22 Juli 2025 M melalui Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Terkait penyesuaian penetapan 1 Ramadan 1447 H. Penjelasan tersebut dirilis ke publik pada 23 Juli 2025 silam. Dalam penjelasan itu disebutkan bahwa awal Ramadan 1447 H yang sebelumnya tercantum dalam kalender cetak Muhammadiyah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, kemudian dikoreksi menjadi Rabu, 18 Februari 2026, mengutip muhammadiyah.or.id.
Koreksi dilakukan setelah melalui kajian ilmiah yang mendalam dan diskusi intensif, termasuk dengan para ahli teknologi informasi dan pengembang perangkat lunak hisab. Oleh karena itu, Muhammadiyah menetapkan awal puasa pada 18 Februari 2026.
Ramadan 2026 Versi Pemerintah
Pemerintah Indonesia sebenarnya belum memberikan informasi resmi terkait 1 Ramadan 1447 H/2026. Namun, apabila pemerintah telah menetapkan awal Ramadhan 2026, maka penetapan ini menjadi rujukan penting bagi sekolah-sekolah dalam merencanakan libur Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Meski begitu, pemerintah melalui kalender resmi 2026 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama memperkirakan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan ini mengacu pada kriteria MABIMS, yang digunakan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.