Find Us On Social Media :

PHK di Jabar Tembus 15.657, Begini Reaksi Dedi Mulyadi, Sang Gubernur Singgung Industri Baru hingga Investor Tiongkok!

By Widy Hastuti Chasanah, Sabtu, 29 November 2025 | 05:50 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buka suara soal kasus PHK di Jabar yang tembus 15.657. Begini kata sang Gubernur Jabar!

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buka suara soal kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Jabar yang tembus 15.657. Dedi Mulyadi tampak menyinggung industri baru hingga investor Tiongkok.

Seperti diketahui, angka PHK di Provinsi Jabar kini jadi sorotan. Pasalnya, Jabar jadi provinsi dengan peyumbang angka PHK terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Satudata Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 70.244 orang secara Nasional pada periode Januari-Oktober 2025. Dari jumlah itu, Jawa Barat jadi penyumbang terbesar dengan 15.657 kasus.

Mengetahui hal tersebut, Dedi Mulyadi buka suara soal PHK di Jabar tembus 15.657. Dedi mengatakan tingginya angka PHK itu dipengaruhi dengan besarnya industri dan banyaknya populasi di Jabar.

“Kan, kalau Jawa Barat itu jumlah perusahaannya banyak, otomatis kalaupun ada PHK angkanya pasti tinggi, beda dengan daerah yang perusahaannya sedikit,”ujar Dedi, Kamis (27/11/2025) dilansir TribunJabar.ID.

Meski begitu, Mantan Bupati Purwakarta itu tak tinggal diam. Ia mengaku akan terus mendorong percepatan industri yang dapat membuka lapangan kerja untuk warga Jabar.

Seperti baru-baru ini, Dedi menyinggung soal industri baru hingga investor Tiongkok. Di mana investor itu akan membangun industri di kawasan Sukra, Indramayu.

"Saya ini setiap hari update data dan kemarin misalnya di Karawang itu kan ada perusahaan dari Tiongkok dia kemarin groundbreaking untuk membangun pabrik baru itu daya serapnya 3.000 tenaga kerja," katanya.

"Tadi malam saya bertemu lagi ada perusahaan dari Tiongkok juga akan membangun di kawasan Sukra, jumlahnya 1.000 hektare nanti rekrutmen karyawannya lebih dari 20.000 orang," ucapnya.

Dedi pun akan melakukan pendampingan langsung dalam realisasi investasinya di lapangan. Ia juga meyakini angka 15 ribu orang yang kena PHK akan terus menurun.

Baca Juga: Viral! Kebun Teh Pengalengan Dirusak dan Diubah Jadi Kebun Sayur, Dedi Mulyadi Pastikan Pelaku Ditangkap