Find Us On Social Media :

Kronologi Sekeluarga Tewas di Indramayu, 5 Jasad Dikubur di Bawah Pohon Nangka Termasuk Seorang Bayi

By Fidiah Nuzul Aini, Selasa, 2 September 2025 | 14:37 WIB

Kronologi Sekeluarga Tewas di Indramayu, 5 Jasad Dikubur di Bawah Pohon Nangka Termasuk Seorang Bayi

Grid.ID - Sekeluarga ditemukan tewas di Indramayu. Ternyata ada lima jasad yang dikubur di bawah pohon nangka termasuk seorang bayi.

Lima orang yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kematian satu keluarga ini pun masih menjadi misteri, tetapi diduga korban tewas karena dibunuh.

Berikut kronologi sekeluarga tewas di Indramayu. Ada lima jasad yang dikubur di bawah pohon nangka termasuk seorang bayi.

Dikutip dari TribunJabar.id, Warga Kelurahan Paoman digemparkan oleh kabar tragis. Di sebuah rumah sederhana di kawasan itu, pihak kepolisian menemukan lima jasad anggota keluarga yang terkubur di bawah pohon nangka di halaman belakang.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa kelima korban terdiri dari sepasang suami istri, ayah mertua, seorang anak perempuan, serta seorang bayi. Masyarakat sekitar terhenyak melihat kenyataan tersebut, sulit membayangkan peristiwa memilukan itu terjadi begitu dekat dengan mereka.

Beberapa warga bahkan mengaku sempat melihat hal janggal sebelum kejadian tersebut terungkap. Pada Sabtu dini hari, 30 Agustus 2025, dua mobil pikap sempat berhenti cukup lama di depan rumah korban.

Saat itu, tidak ada yang menyangka bahwa kejadian aneh tersebut berkaitan dengan tragedi mengerikan yang akhirnya terbongkar. Situasi berubah drastis setelah kabar penemuan itu menyebar.

Polisi segera memasang garis polisi di area rumah. Proses olah TKP berlangsung hingga larut malam, sementara jenazah dievakuasi satu per satu ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang untuk dilakukan autopsi.

Kasie Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, membenarkan temuan lima jasad tersebut.

"Saat ini tim penyidik masih bekerja di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (2/9/2025) pagi.

Namun, Tarno belum bisa menjelaskan lebih jauh mengenai motif atau siapa pelaku di balik insiden mengerikan itu.

Baca Juga: Kronologi Petugas Medis Dipukuli Polisi di Solo, Ingin Bantu Evakuasi Pendemo Malah Dituduh Provokasi