Grid.id - Konklaf, sebuah tradisi kuno pemilihan Paus akan kembali digelar pasca Paus Fransiskus meninggal dunia. Seperti apa proses dan tradisi tersebut?
Dalam artikel The Guardian, diketahui bahwa para kardinal (anggota tertinggi kedua setelah Paus yang dipilih oleh Paus dari beragam negara) akan hadir dalam konklaf mendatang. Mereka akan berkumpul di Roma, Italia.
Konklaf, atau dalam bahasa Inggris, conclave berasal dari bahasa Latin cum clave. Artinya ialah 'dengan kunci' atau 'terkunci'. Istilah ini mengacu pada proses pemilihan Paus baru yang bersifat tertutup.
Ada lebih dari 250 kardinal dari 90 negara yang akan hadir dalam konklaf. Namun, tak semuanya berhak untuk dipilih menjadi Paus baru.
Hanya 135 kardinal yang berhak dipilih menjadi Paus baru dalam konklaf kali ini. Mereka yang dipilih harus berusia di bawah 80 tahun sebelum peristiwa sede vacante atau kursi kosong, yakni ketika Paus sebelumnya, yakni Paus Fransiskus meninggal dunia.
Ketika seluruh kardinal sudah berkumpul di Roma, Italia, konklaf akan dimulai. Konklaf biasanya dimulai sekitar 15 sampai 20 hari setelah Paus meninggal dunia.
Mereka akan berkumpul di bawah lukisan terkenal seniman Michaelangelo yang menaungi Kapel Sistina untuk memulai konklaf. Setelah terdengar kata-kata extra omnes yang berarti semua keluar, maka pintu kapel akan ditutup.
Hanya para kardinal dan pengurus serta dokter yang berada dalam Kapel Sistina selama proses konklaf. Para kardinal juga diwajibkan bersumpah untuk menjaga kerahasiaan.
Mereka juga dilarang berhubungan dengan dunia luar selama proses ini. Semua ponsel dikumpulkan dan tak ada surat kabar, TV maupun pesan dan surat yang diperbolehkan masuk.
Selain itu, untuk menjaga kerahasiaan, kapel Sistina secara berkala akan disisir untuk menghindari adanya penyadap selama konklaf berlangsung. Lalu di mana para kardinal tinggal?
Baca Juga: Gereja Katedral Gelar Misa Requiem untuk Paus Fransiskus, Berikut Jawal dan Link Streaming-nya